TOKYO – (PTTOGEL) Sebagai negara yang berada di zona “Cincin Api” Pasifik, Jepang terus memperkuat sistem mitigasi bencananya. Terbaru, pemerintah Jepang melalui Badan Pariwisata Jepang (JTA) mulai memprioritaskan pembangunan dan pemetaan lokasi evakuasi khusus yang ramah bagi wisatawan mancanegara guna mengantisipasi ancaman gempa bumi besar.
Langkah ini diambil setelah evaluasi menunjukkan bahwa turis sering kali mengalami kebingungan saat terjadi alarm gempa akibat kendala bahasa dan ketidaktahuan akan titik aman di lokasi wisata.
Fasilitas Ramah Wisatawan dan Multibahasa
Lokasi evakuasi yang disiapkan tidak hanya sekadar ruang terbuka, tetapi dilengkapi dengan fasilitas yang disesuaikan untuk kebutuhan turis, di antaranya:
-
Papan Informasi Digital Multibahasa: Petunjuk arah dan instruksi keselamatan yang tersedia dalam bahasa Inggris, Mandarin, Korea, serta Bahasa Indonesia.
-
Akses Wi-Fi Darurat dan Titik Pengisian Daya: Memastikan turis tetap bisa terhubung dengan keluarga dan mendapatkan informasi terkini dari kedutaan masing-masing.
-
Penyediaan Stok Darurat Khusus: Termasuk makanan yang ramah bagi berbagai batasan diet (seperti makanan halal atau vegan) serta obat-obatan umum.
Integrasi dengan Aplikasi Mobile
Pemerintah Jepang juga mengintegrasikan lokasi-lokasi evakuasi ini ke dalam aplikasi populer seperti “Safety Tips”. Aplikasi ini akan memberikan notifikasi real-time mengenai kekuatan gempa dan secara otomatis mengarahkan pengguna ke titik evakuasi terdekat menggunakan GPS.
“Kami ingin memastikan bahwa siapapun yang berkunjung ke Jepang merasa aman. Keamanan wisatawan adalah prioritas utama kami, dan pengetahuan tentang cara menyelamatkan diri harus bisa diakses oleh siapa saja tanpa hambatan bahasa,” ujar juru bicara Badan Pariwisata Jepang.
Pelatihan bagi Staf Hotel dan Objek Wisata
Selain kesiapan infrastruktur, Jepang juga mewajibkan pengelola hotel dan tempat wisata untuk melakukan simulasi evakuasi rutin yang melibatkan tamu asing. Dengan cara ini, diharapkan wisatawan memiliki pengalaman langsung tentang apa yang harus dilakukan jika “goyangan” gempa terjadi secara tiba-tiba.