JAKARTA (PTTOGEL) Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI tengah menyiapkan langkah strategis untuk mendukung program prioritas nasional. Kepala BPOM menegaskan komitmen lembaga dalam mengawal standar keamanan pangan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta melakukan transformasi besar dalam tata kelola obat-obatan agar dapat menjangkau pelosok negeri melalui penguatan Apotek Desa.
Pengawasan Ketat Makan Bergizi Gratis
Sebagai garda terdepan dalam keamanan pangan, BPOM akan menerapkan standar pengawasan yang komprehensif untuk memastikan setiap porsi dalam program Makan Bergizi Gratis memenuhi unsur keamanan, mutu, dan gizi. Strategi ini mencakup pengawasan dari hulu ke hilir, mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses penyajian di dapur umum atau unit pelayanan.
“Kami tidak hanya fokus pada label gizi, tetapi juga memastikan proses produksi bebas dari cemaran berbahaya. BPOM akan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memberikan bimbingan teknis bagi penyedia jasa boga agar standar keamanan pangan tetap terjaga tanpa menghambat jalannya program nasional ini,” ujar Kepala BPOM dalam pemaparannya.
Transformasi Akses Obat hingga Apotek Desa
Selain sektor pangan, BPOM juga meluncurkan visi baru untuk meningkatkan aksesibilitas obat-obatan bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Melalui penguatan tata kelola, BPOM mendorong standarisasi Apotek Desa sebagai pilar distribusi obat yang sah dan aman.
Kepala BPOM menjelaskan bahwa selama ini akses obat di tingkat desa sering kali terkendala oleh rantai distribusi yang panjang dan risiko peredaran obat ilegal atau kedaluwarsa. Dengan memperbaiki tata kelola dari distributor hingga ke apotek tingkat desa, BPOM ingin memastikan masyarakat mendapatkan obat dengan harga terjangkau dan kualitas yang terjamin secara klinis.
“Tujuan kami adalah memotong jalur distribusi yang tidak efisien dan memperkuat pengawasan digital. Apotek Desa harus menjadi pusat layanan kefarmasian yang mandiri dan terawasi dengan baik, sehingga tidak ada lagi warga desa yang kesulitan mendapatkan obat-obatan esensial,” tambahnya.
Digitalisasi Pengawasan dan Kolaborasi
Dalam menjalankan strategi ini, BPOM akan memanfaatkan teknologi digital untuk melakukan pelacakan (tracking) secara real-time. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir penyalahgunaan obat serta memastikan stok pangan program MBG terpantau kualitasnya. Kolaborasi lintas sektor antara kementerian, pemerintah daerah, dan pelaku usaha menjadi kunci keberhasilan strategi besar ini demi mewujudkan ketahanan kesehatan nasional.